KARYA ILMIAH
LINGKUNGAN HIDUP DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN
OLEH :
ANNISA ADELINA FAJRI
XI IA 3
SMAN 1 GUNUNG TALANG
TAHUN AJARAN 2009/2010
2010
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Lingkungan
hidup, menurut UU No. 23 tahun 1997, didefenisikan sebagai kesatuan
ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk
manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan
dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup. Pada dasarnya lingkungan
hidup dikenal sebagai tempat dimana semua makhluk hidup tinggal dan
melakukan kehidupannya sehari-hari.
Di
saat sekarang ini masyarakat sudah tidak peduli lagi terhadap
lingkungan hidup tempat mereka tinggal. Hal ini telihat dari semakin
sedikitnya masyarakat yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Banyak masyarakat yang merusak lingkungan atau mengeksploitasi
lingkungan secara berlebihan. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan
lingkungan.
Selain
itu, kegiatan manusia dalam melakukan pekerjaannya juga menyebabkan
terjadinya pencemaran lingkungan. Banyak polutan yang menyebabkan
lingkungan menjadi tercemar dan kotor. Hal ini juga terjadi di
lungkangan sekitar tempat tinggal penulis.
Berdasarkan
kondisi dan keadaan di lingkungan tersebut, penulis menyusun karya
tulis ini agar dapat memberikan informasi mengenai keadaan lingkungan
sekitar penulis yang sudah banyak tercemar akibat kegiatan masyarakat
sekitar.
1.2 Batasan Masalah
Didalam
pembuatan karya tulis ini penulis akan membahas mengenai defenisi
lingkungan hidup dan jenis – jenis zat yang mengakibatkan pencemaran
lingkungan. Penulis akan membahas mengenai beberapa masalah, yaitu :
a. Lingkungan hidup dan perubahannya
b. Faktor penyebab perubahan lingkungan hidup
c. Pencemaran lingkungan hidup dan zat pencemarnya.
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarka
latar belakang yang menjadi alasan penulis membuat karya ilmiah ini,
penulis membuat karya ilmiah ini dengan tujuan untuk :
a. Memberi tahukan kepada pembaca mengenai kerusakan lingkungan yang terjadi di lingkungan sekitar tempat tinggal penulis.
b. Dapat mengajak pembaca untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan dan menyebabkan pencemaran lingkungan.
c. Untuk melengkapi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia
1.4 Metode Penelitian
Dalam membuat karya ilmiah ini, penulis mengunakan metode studi
pustaka. Penulis mempelajari beberapa buku referensi yang sesuai dengan
permasalahan yang penulis bahas dalam karya ilmiah ini.
Penulis juga mengunakan metode penelitian,yakni penulis meninjau lokasi tempat pencemaran yang ada di lingkungan penulis.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Lingkungan Hidup dan Perubahannya.
Lingkungan hidup, menurut UU No. 23 tahun 1997, didefenisikan sebagai
kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup,
termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan
perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup. Dalam
pengelolaan lingkungan hidup, manusia mempunyai peran yang sangat
penting, karena pengelolaan lingkungan hidup pada akhirnya ditujukan
untuk keberlangsungan kehidupan manusia di muka bumi ini.
Istilah lingkungan hidup pertama kali dimunculkan oleh Ernst Haeckel
pada tahun 1886, yang menunjuk kepada keseluruhan organism atau pola
hebungan antar organism dan lingkungannya. Ekologi adalah cabang dari
ilmu Biologi yang mempelajari mengenai lingkungan hidup (Ekosistem) atau
planet bumi ini secara keseluruhan. Lingkungan hidup mempunyai fungsi
yang sangat penting, yaitu sebagai tempat kediaman dan sebagai sumber
kehidupan.
Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan
utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam bentuk keseimbangan,
stabilitas, dan produktivitas lingkungan. Peranan ekosistem diantaranya :
a. Pemurnian udara dan air
b. Pengurangan kekeringan dan banjir
c. Pembentukan dan pemeliharaan kesuburan tanah
d. Detoksifikasi (penetralan racun) dan dekomposisi (penguraian sampah)
e. Penyerbukan tanaman perkebunan dan vegetasi alami
f. Penyebaran benih
g. Siklus dan pergerakan nutrien
h. Pengendalian mayoritas hama agrikultur potensial secara luas
i. Pemeliharaan biodiversitas
j. Perlindungan pantai dari erosi oleh ombak
k. Perlindungan dari sinar ultraviolet matahari yang berbahaya
l. Stabilitas iklim parsial
m. Pengendalian cuaca yang ekstrim dan dampaknya
Pembangunan
yang dilakukan saat ini bertujuan untuk mencukupi kebutuhan manusia.
Pembangunan diutamakan untuk “pertumbuhan ekonomi” yang tidak ramah
lingkungan. Semuanya itu menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan
hidup. Pengaruh terhadap lingkungan sebagai akibat pengurasan dan
pemborosan sumber daya alam serta pencemaran lingkungan di antaranya
adalah :
1. Peningkatan pencemaran limbah B3 (bahan buangan barbahaya beracun)
2. Peningkatan hujan asam
3. Penipisan gas O3 (lapisan ozon) di atmosfir yang merupakan pelindung bumi dari berbagai sinar kosmis yang membahayakan kesehatan.
4. Peningkatan gas-gas rumah kaca seperti CO2, CH4, CPC, dan N2O
5. Pemanasan global
6. Punahnya hutan tropis dengan laju kepunahan 100.000 km2/tahun
7. Degradasi keanekaragaman hayati bumi
8. Penyusutan tanah subur dan peningkatan tanah kritis
9. Krisis air bersih
Dengan kondisi seperti ini, lingkungan hidup perlu diatur dan dikelola
dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal, mencukupi
kebutuhan hidup generasi saat ini tanpa harus mengurangi kemampuannya
untuk memenuhi kebutuhan hidup generasi yang akan datang. Saat ini,
telah dikembangkan berbagai macam cara untuk melestarikan lingkungan
hidup. Seperti pengolahan sampah dan pemakaian sumber energi alternatif.
B. Faktor penyebab perubahan lingkungan hidup.
1. Perubahan lingkungan akibat aktivitas manusia.
1) Pencemaran lingkungan
2) Penebangan hutan
3) Pembangunan
4) Penggunaan pestisida
2. Perubahan lingkungan akibat faktor alam
a. Banjir
b. Gempa bumi
c. Gunung meletus
C. Pencemaran Lingkungan Hidup
1. Pencemaran
Dalam UU no. 4/1992 diperbarui dengan UU no. 23/997 tentang pengelolaan
lingkungan hidup didefenisikan sebagai masuknya makhluk hidup, zat,
energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan dan/atau berubahnya
tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga
kualitas lingkungan turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan
lingkungan turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan
menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya.
Dengan demikian bahan yang diintroduksi ke lingkungan adalah pencemar
atau polutan.
2. Jenis – Jenis Pencemaran.
a) Pencemaran Udara
Udara di alam tidak pernah benar-benar bebas pencemar sama sekali
karena berbagai kegiatan alami seperti kegiatan vulkanik, pembusukan
sampah, dan pembakaran hutan menghasilkan gas SO2, H2S, dan
CO sebagai produk sampingnya. Di samping itu partikel bisa tersebar
melalui angin dan kegiatan vulkanik. Kegiatan lain yang dapat
meningkatkkan pencemar di udara adalah kegiatan manusia. Sumber pencemar
udara primer adalah CO, Nox, Hidrokarbon (HC), Sox, dan partikel.
Sumber utama pencemar udara berasal dari transportasi yang menyumbang
hampir 60% CO dan 15% HC.
Polutan pencemaran udara yaitu :
1) Karbon Dioksida (CO2).
Karbon
dioksida dihasilkan dari pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau
batubara), pembakaran gas alam dan hutan, respirasi, dan pembusukan.
2) Sulfur Dioksida (SO2) dan Nitrogen Monoksida (NO).
Berasal dari pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara), misalnya gas buangan kendaraan.
3) Karbon Monoksida (CO).
Berasal
dari pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara) dan gas
buangan kendaraan bermotor yang pembakarannya tidak sempurna. Selain
itu, CO juga bisa berasal dari pembakaran sampah dan industri.
4) Kloro fluoro karbon (CFC).
Berasal dari pendingin ruangan, lemari es, dan perlengkapan yang menggunakan penyemprot aerosol.
5) Dioksin.
Dioksin
terdiri dari 210 senyawa yang termasuk golongan polychlorinated
dibenzo-p-dioksin (PCDD) dan polychlorinated dibenzofuran (PCDF).
Dioksin bersifat karsinogenik (bahan yang diduga penyebab kanker) kuat
dan menyebabkan perubahan system hormon, pertumbuhan abnormal,
mengganggu janin, menurunkan kapasitas reproduksi, dan penghambatan
system kekebalan tubuh.
Sumber
dioksin adalah pembakaran bahan bakar biomassa, limbah pertanian, dan
sampah. Pembentukan dioksin terjadi saat pembakaran bahan yang
mengandung khlor seperti limbah tumbuhan, banyak jenis kertas, dan
berbagai jenis plastic, juga bensin bertimbal yang mengandung khlor. Penyebaran dioksin dapat melalui udara lalu mengendap di permukaan tanah, bangunan, air, daun, dan lain-lain.
6) Nitrogen Oksida(NO).
Sumber
NO terbanyak dilepaskan dari hasil kegiatan bakteri dalam bentuk NO
namun tidak menyebabkan masalah karena tersebar secara merata. Sumber
lain yang bermasalah yaitu yang berasal dari kegiatan manusia seperti
pembakaran arang, minyak gas alam dan bensin/transportasi karena dapat
menumpuk di suatu lokasi tertentu dalam jumlah yang cukup besar. gas NO
dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman, seperti munculnya bintik pada
daun, nekrosis, sampai menghambat kecepatan pada fotosintesis. Selain
itu, NO dapat menyebabkan paralisis system saraf pada hewan.
7) Hidrokarbon (HC) dan Oksidan Fotokimia.
Hidrokarbon
dihasilkan dari kegiatan manusia dengan sumber utama transportasi
(sekitar 50%), pembakaran gas, minyak, arang an kayu, proses industri,
pembuangan sampah, kebakaran hutan dan sebagainya. Bahaya polutan HC
berasal dari hasil reaksi fotokimia yang melibatkan sinar matahari dan
siklus fotolitik NO. dampak HC dan oksida fotokimia terhadap tumbuhan
beragam seperti nekrosis, daun muda rusak, menghambat pertumbuhan, dan
bagian-bagian bunga mati. Sedangkan dampak terhadap manusia meliputi
iritasi mukosa dan mata, gangguan sistem pernapasan serta hilangnya
koordinasi tubuh.
8) Timbal (Pb).
Gas
Pb dihasilkan dari pembakaran zat aditif bensin. Sumber lain partikel
Pb adalah pabrik alkil Pb dan Pb oksida dan pembakaran arang.
9) Sulfur Oksida (SO).
Berasal
dari aktifitas vulkanik an aktifitas manusia seperti pembakaran arang,
minyak, dan gas. Sumber lainnya yaitu proses industri seperti pemurnian
petroleum, industry H2SO4, dan peleburan baja.
dampak sulfur terhadap tanaman menyebabkan warna daun memucat, kering,
dan mati sedangkan dampak kronis menyebabkan daun kuning karena
pembentukan klorofil terhalang. Pengaruh terhadap manusia menyebabkan
iritasi pada sistem respirasi dan merupakan polutan yang berbahaya untuk
orang tua dan penderita kronis system pernapasan dan kardiovaskuler.
10) Partikel.
Polutan
jenis ini berada di udara dalam jumlah cukup tinggi terutama di kota.
Sumbernya berasal dari kegiatan vulksnik sedangkan sumber utama dari
kegiatan manusia berasal dari pembakaran diikuti industri seperti
peleburan baja. Partikel mengganggu proses fotosintesis karena kerak
yang terbentuk dari campuran partikel dan uap air di daun yang tidak
tercuci dengan air hujan.
11) Pengaruh rumah kaca.
Rumah
kaca dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global, yaitu naiknya suhu
bumi akibat meningkatnya gas rumah kaca dan menyebabkan kandungan energi
meningkat mendorong terjadinya perubahan iklim antara lain frekuensi
dan intensitas badai dan peristiwa ekstrim lainnya.
b) Pencemaran Air
Sumber pencemaran air meliputi sebagai berikut :
1) Padatan
Polutan
dalam bentuk padatan terbagi ke dalam padatan terendapkan (sedimen),
tersuspensi, dan koloid,terlarut, lemak, dan minyak. Sedimen adalah
padatan yang langsung mengendap jika air didiamkan beberapa saat karena
ukurannya relatif besar. sedimen merupakan padatan yang umum ditemukan
dalam air permukaan akibat erosi. Padatan menyebabkan air sungai menjadi
keruh, tidak terlarut, dan tidak dapat mengendap langsung kecuali ada
gangguan kesetimbangan menyebabkan terjadinya penggumpalan dan
pengendapan.
2) Limbah Pertanian.
Kegiatan
pengolahan tanah (menyebabkan sedimentasi), pemupukan, dan
pemberantasan hama merupakan kegiatan yang menjadi sumber terlepasnya
limbah pertanian ke perairan karena biasanya tidak semua pupuk dan
pestisida yang terpakai. Pupuk yang kaya unsure hara akan menyebabkan
terjadinya eutrofikasi dan kerusakan ekosistem. Beberapa polutan yang
biasa dipakai pada pertanian :
¹ Obat insektisida, bisa mematikan biota air.
¹ Pupuk,
menyebabkan eutrofikasi, yakni suatu kondisi yang mengakibatkan
kurangnya oksigen dan mendorong terjadinya kehidupan organism anaerob.
3) Limbah Rumah Tangga.
¹ Bahan organik, menyebabkan biota air mati.
¹ Bahan anorganik, menyebabkan banjir.
¹ Bahan biologis, menyebabkan timbulnya penyakit.
4) Limbah Industri.
Limbah industri meliputi bahan organik dan bahan anorganik.
5) Mikroorganisme
Mikroorganisme
di dalam air berasal dari udara, tanah, sampah, lumpur, tanaman/hewan
hidup dan mati, serta bahan organik lainnya. Lama tidaknya
mikroorganisme di dalam air tergantung kecocokan kondisi air dengan
syarat hidupnya. Air bisa menjadi media bagi penyebaran penyakit patogen
yang berbahaya. Jumlah dan jenis mikroorganisme tergantung pada sumbeer
air, komponen nutrient dalam air, bahan toksik, organism air, dan
factor fisik.
6) Logam Berat.
Logam
berat yang sering menjadi polutan di perairan adalah Hg, Pb, As, Cd,
Cr, dan Ni. Merkuri secara alami banyak ditemukan dalam bentuk tergabung
dengan bahan lain dan tersebar di karang, tanah, udara, dan air serta
organism melalui proses fisik, kimia, dan biologi yang kompleks.
7) Penangkapan Ikan dengan Menggunakan racun.
Penangkapan
ikan dengan menggunakan bahan beracun (seperti potassium), selain dapat
mencemari air, juga bisa membunuh anakan ikan atau bibit ikan yang
masih kecil, dan organism lainnya yang berada di lingkungan air
tersebut.
c) Pencemaran Tanah.
Jenis polutan tanah yaitu :
1) Senyawa Xenobiotik Organik.
Senyawa ini ditemukan dalam tanah dan beberapa diketahui bersifat
karsinogenik (penyebab kanker), teragenik, dan atau mutagenic(penyebab
mutasi). Senyawa ini masuk kedalam lingkungan alami secara langsung dari
penggunaan pestisida atau kebocoran karena kecelakaan atau secara tidak
langsung melalui pembuangan limbah yang tidak tepat menghasilkan polusi
dalam bentuk emisi gas, kontaminasi air larian, atau cairan yang
dihasilkan dari pengomposan.
2) Nitrat dan Fosfat.
Nitrat
dan fosfat dibuang ke perairan dalam bentuk limbah rumah tangga, limbah
industri, air larian dari kota dan desa, dan limbah pertanian. Dampak
yang mungkin terjadi akibat adanya nitrogen dalam tanah adalah kondisi
terlewat subur, pencemaran pada sumber air minum yang berpotensi
menyebabkan kanker.
3) Sulfur dan Nitrogen Oksida.
4) Logam.
Biotransfer
logam toksik dari tanah yang terkontaminasi terhadap tumbuhan yang
akhirnya dikonsumsi manusia dan hewan domestik lainnya. Logam bisa
berada dalam bentuk bagian dari mineral tanah, senyawa yang terndapkan,
diserap dalam pertukaran organik dan anorganik pada permukaan, organic
terlarut dalam larutan tanah, dan dalam tubuh biota.
5) Pencemar lainnya.
Sumber
pencemar tanah lainnya adalah feses, menyebabkan penyakit cacing
meningkat. Pencemar tanah yang lainnya adalah timbale (Pb) dari bensin
sehingga transportasi menjadi sumber pencemar terpenting.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Berdasarkan
pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di
sekitar tempat tinggal kita sudah banyak tercemar oleh kegiatan
masyarakat sehari-hari.
Lingkungan
hidup adalah tempat tinggal semua makhluk hidup, baik manusia, hewan,
ataupun tumbuhan. Saat ini terjadi perubahan lingkungan yang disebabkan
oleh :
a. Aktivitas manusia
b. perubahan kondisi alam.
Di lingkungan tempat tinggal penulis dan juga lingkungan sekolah
penulis banyak terjadi pencemaran lingkungan. Kebanyakan akibat
pembuangan sampah secara sembarangan oleh masyarakat. Pencemaran yang
terjadi yaitu pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran udara.
Adapun bahan – bahan yang banyak mencemari lingkungan di antaranya :
1. Sampah dari kegiatan rumah tangga.
2. Limbah Industri yang tidak di olah sebelum dibuang.
3. Limbah pertanian akibat pemakaian yang tidak sesuai aturan.
3.2 Saran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar